Opini #1

Rapi Pangkal Cerdas
Oleh: Fida Fachrian Nurochmah

Hasil gambar untuk pakaian rapi dan sopanSebagai orang yang berprofesi harusnya kita dapat menampilkan sesuatu yang hebat. Kalau Anda seorang pelajar, maka harus menampilkan nilai yang bagus sebagai bukti kalau apa yang dipelajari sudah tuntas dengan cara belajar. Selain belajar, biasanya guru menilai dari konten buku catatan atau tugas siswa. Semakin konten tersebut terlihat rapi, maka guru pun memberi nilai yang jempolan. Begitu juga sebagai karyawan kantoran. Si Boss akan menilai Anda dari penampilan dan pekerjaan. Apabila penampilan dan pekerjaan rapi, maka si Boss akan menaikkan pangkat dan mengecap Anda sebagai pegawai cerdas.


"Jadi, sekarang apa yang harus saya lakukan?" Pertanyaan bagus! sema dimulai dari hal kecil, bukan? coba lihat bagaimana Anda meletakkan kata-kata pada sebuah susunan dan memakainya untuk berbicara. Apakah ucapan Anda sudah terdengar rapi? memang tak bisa ditebak. Tetapi, ucapan atau perkataan perlu ditata rapi agar terdengar enak dan bisa dipahami serta dihargai orang lain. Bagaiman orang akan mendengarkan pembicaraan Anda dengan kata-kata yang terbolak-balik? setelah berbicara, lalu bagaimana Anda menyusun kata-kata pada sebuah susunan dan mengartikannya kemudian dipahami. Mendengar juga perlu diperhatikan. Ketika Anda mendengar samar-samar lalu meletakkan kata pada tempat yang salah, maka Anda mengartikan kalimat tersebut pun salah. Itu menyebabkan orang lain mengalihkan perhatian kepada yang lain, sebab tidak merasa dipahami. Apabila, Anda pandai dalam menata kata dan memahaminya, artinya Anda adalah orang yang cerdas dalam memahami orang lain.
Kita akan naik ke tingkat selanjutnya, penampilan. Lihat dasi dan pakaian Anda. Sudahkan menyetrikanya? Boss atau guru Anda tentu tidak suka dengan pakaian dan dasi yang kusut. Selain itu, penampilan mesti desesuaikan dengan keadaan, tempat, dan aturan yang ada. Misal, sebuah sekolah mengharuskan siswa laki-laki berambut potongan bross. Tetapi, salah satu dari siswa laki-laki berambut stick misalnya, pasti terlihat tidak rapi. Kemudian guru akan menyebut siswa itu siswa yang kurang cerdas dengan menurunkan nilai karakter dalam rapotnya.

Selanjutnya tempat yang kita huni. Tempat untuk dihuni tidakhanya rumah. Kantor atau sekolah juga merupakan hunian kedua setelah rumah. Namun, kita sudah sepakat dengan ungkapa, "Semua dimulai dari hal kecil". Jadi, bagaimana rumah Anda? rapikah sudah? Tamu yang datang akan menjadi apresiator kita. Mereka akan mengatakan Anda pengurus rumah yang cerdas, apabila isi rumah Anda tertata rapi. Lagi pula para tamu yang datang akan jenuh di dalah rumah Anda, jikalau barang-barang berserakan. Itu membuat kita sulit bergerak, bukan begitu?

Gambar terkaitSetelah rumah, kantor atau sekolah. Meja kerja harus terlihat rapi. Barang kali si Boss tiba-tiba datang ke ruangan Anda. Meskipun si Boss tidak pernah intip-intip ruang kerja Anda, tetap saja ketika meja berantakan, pasti mencari barang pun sulit. Terlebih,kita bisa stress dan darah tinggi hanya karena melirik meja berantakan. Jangan sampai itu terjadi. Ruang kantor berantakan juga menyebabkan pikiran kemana-mana dan tidak fokus pada satu harl yang dikerjakan. Itu membuat kecerdasan kita dalam menyelesaikan masalah tak terpakai saking stressnya.


Kalau Anda orang cerdas pasti Anda adalah orang yang rapi dalam semua hal. Jadi, tunggu apalagi? rapikan kepribadianmu menuju individu masa depan yang cerdas!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Art #5